cliktangsel – Puluhan kepala sekolah swasta yang tergabung dalam Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta (PKSS) Tangsel mendatangi Dinas Pendidikan (Dindik) setempat, Selasa (25/7/2023).

Kedatangan mereka untuk mengadukan kecurangan pada pelaksanaan PPDB 2023 yang berdampak kepada sekolah swasta, seperti adanya mark up kuota rombongan belajar di sekolah negeri, hingga dugaan jatah kuota siswa untuk oknum Dindik dan DPRD.

Eni Asmiati, Kepsek SMP Paramarta Unggulan Ciputat Timur mengatakan, sejak 3 tahun terakhir, sekolahnya mengalami penurunan jumlah siswa.

Bahkan di tahun ajaran 2023 ini, jumlahnya menurun drastis dari 147 menjadi hanya 52 siswa.

“Tahun ini kami kehilangan empat rombel. Akibat tidak transparannya jumlah rombel untuk sekolah negeri, seperti yang sudah ditetapkan SK Dinas Pendidikan, sehingga terjadi mark up dan jumlah siswa yang diterima melebihi kuota,” katanya.

Kepsek SMP Muhammadiyah Serpong, Jaenudin, juga mengalami hal yang sama. Penurunan jumlah siswa di tahun ini merupakan yang terparah.

Sebelumnya pihaknya menerima siswa sampai 2-3 kelas, namun tahun ini hanya 1 kelas saja.

Sementara ia mendapati di SMPN 8 Serpong yang berdasarkan SK hanya memiliki daya tampung 5 rombel atau sekitar 150 siswa, namun realisasinya menjadi 11-13 rombel atau 589 siswa.

“Jadi siswa tidak lolos PPDB yang harusnya ke swasta, tapi di sisi lain sekolah negeri membuka selebar-lebarnya kuota dengan regulasi akal-akalan, entah bermain melalui oknum dewan atau di dinas pendidikan,” tukasnya.

“Kalau ini terus terjadi dan tidak ada perbaikan, kita akan laporkan ke Inspektorat dan Ombudsman. Untuk memperbaiki sistem pendidikan di Kota Tangsel, apapun akan kami lakukan,” tegas Jaenudin.

Novianty Elizabeth, Praktisi Pendidikan di Tangsel yang juga Pengelola Sekolah Putra Pertiwi menyatakan, pelaksanaan PPDB Tangsel dari tahun ke tahun tidak ada perubahan.

“Bahkan sampai hari ini setelah 9 hari masuk sekolah masih ada siswa yang baru mendaftar di negeri karena belum ada kepastian penerimaan. Padahal tanggal PPDB harusnya sudah tutup,” ungkapnya.

2 thoughts on “Kecurangan PPDB 2023 Melebihi Kuota Sebabkan Sekolah Swasta Tangsel Kekurangan Siswa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *