cliktangsel – Kepala Seksi (Kasi) 2 Penetapan Hak dan Pendaftaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Koswara menyebut, ada ratusan hektare aset bidang tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel belum bersertifikat.

“Ada 862 bidang, itu yang kita harus kejar jadi sertifikat,” kata Koswara saat diminta keterangan di kantornya, Selasa (15/8/2023).

Koswara menerangkan, ratusan aset bidang milik Pemkot Tangsel itu belum bersertifikat karena terkendala berkas serah terima dari pengembang serta berkas lainnya yang berkaitan dengan aset tersebut.

“Kendalanya ya, mungkin dulu waktu pelepasan aset dari kabupaten Tangerang ke pemkot Tangsel surat-suratnya belum lengkap,” terangnya.

Proses sertifikasi lahan milik Pemkot Tangsel itu kini terkendala karena banyak pengembang yang sudah tak diketahui keberadaanya.

Ia menjelaskan, ketika fasilitas sosial (Fasos) seperti prasarana dan sarana umum (PSU) diserahkan ke Pemkot Tangsel, seharusnya dilakukan secara bersamaan.

“Mungkin kalau sekarang, ketika fasos PSU lah ya, mau diserahkan ke Pemkot kan kita bareng-bareng. Mungkin ini, asetnya yang ini. Kalau dulu mungkin kelemahannya seperti itu, sangat kurang sekali,” ungkapnya.

Adapun aset yang sudah masuk, Koswara menerangkan, saat ini sedang dilakukan pendataan juga dari Pemkot Tangsel. Bagi bidan tanah yang sudah masuk Kartu Inventarisasi Barang (KIB), baru BPN bisa lakukan proses.

“Sekarang baru daftar aset, baru tahap pengukuran dulu,” ujarnya.

Ke 862 aset yang belum memiliki sertifikat tersebut, berdasarkan data dari bagian aset Pemkot Tangsel. “Saya kemarin data dari teman-teman Pemkot, dari bagian aset. Ketika kami minta data itu, mungkin masih banyak datanya yang kurang lengkap,” tutupnya.

One thought on “Aset Tanah Pemkot Tangsel Belum Miliki Sertifikat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *