cliktangsel – Penyidik Polisi Militer Kodam Jaya mengungkap tiga prajurit TNI AD tersangka kasus penculikan, pemerasan, dan penganiayaan telah 14 kali melakukan tindak pidana itu kepada beberapa pedagang obat-obatan ilegal yang berkedok penjaga toko kosmetik.

Namun korban yang diketahui hingga kini hanya Imam Masykur yang tewas. Kemudian H yang ditemukan selamat usai diculik dan dianiaya.

“14 kali (Praka RM, Praka HS, dan Praka J berbuat demikian). Kira-kira (modusnya) demikian. Kalau yang lain, modusnya kira-kira sama seperti (kasus Imam Masykur) ini,” kata Komandan Pomdam (Danpomdam) Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar, Rabu (26/9/2023).

Praka RM, Praka HS, dan Praka J saat ini merupakan tersangka kasus penculikan, pemerasan, dan penganiayaan terhadap H dan Imam Masykur.

Untuk korban Imam Masykur, Danpomdam menyebut tiga prajurit itu terancam dijerat pasal berlapis, salah satunya pembunuhan berencana.

“Rencananya pasal pembunuhan berencana, (pasal) 340 KUHP. Pasal tambahan lain nanti akan kita sampaikan pada saat pelimpahan,” kata Irsyad.

Ia memperkirakan penyidik merampungkan pemeriksaannya pada minggu ini sehingga kasus itu dapat dilimpahkan ke Oditur Militer dalam waktu dekat.

Danpomdam Jaya menyebut paling lama pelimpahan berkas itu berlangsung pada minggu depan atau sekitar pekan pertama Oktober 2023.

Para pelaku, yaitu Praka RM diketahui merupakan anggota Paspampres, sementara Praka HS adalah anggota Direktorat Topografi TNI AD dan Praka J ialah anggota Kodam Iskandar Muda.

Sementara korban, Masykur adalah seorang perantau yang bekerja sebagai penjaga toko kosmetik di daerah Rempoa, Tangerang Selatan, Banten, yang diyakini menjual obat-obatan golongan G (obat keras) secara ilegal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *